tokoh pendidikan indonesia
Figur

4 Tokoh Pendidikan Indonesia yang sangat penting bagi dunia pendidikan

Berbicara mengenai Tokoh Pendidikan Indonesia dengan begitu banyak ide yang telah mereka gagaskan untuk mengungkapkan pentingnya pendidikan dalam kehidupan. Tokoh-tokoh tersebut tidak hanya dari dalam negeri saja, namun juga ada tokoh-tokoh dari luar negeri.

Negara Indonesia merupakan Negara yang berkembang begitu juga pendidikannya. Jadi kita harus tahu bagaimana pengaruh tokoh pendidikan indonesia terhadap pengembangan pendidikan yang ada di Indonesia.

Berikut ini adalah Tokoh pendidikan Indonesia yang paling berpengaruh jika ditinjau dari semua aspek pengorbanannya terhadap pendidikan indonesia.

Ki Hajar Dewantara

Tokoh Pendidikan Indonesia

Ki Hajar Dewantara yang sebelumnya bernama Raden Mas Suwardi Suryaningrat, lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Putra dari K.P.H Suryaningrat, dan cucu dari Pakualam III.

Beliau adalah tokoh yang sangat berjasa di bidang pendidikan dan beliaulah yang mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa pada tahun 1922. Karena jasanya yang sangat besar tersebut, maka sampai sekarang hari lahirnya diperingati sebagai hari pendidikan Nasional.

Perguruan Taman Siswa yang didirikan pada tanggal 3 Juli 1922, pada mmulanya bernama “National Onderwijs Institut Taman Siswa” di Yogyakarta. Pertama-tama yang dibuat hanya taman anak dan kursus guru. Namun, setelah itu berkembang menjadi perguruan tinggi.

Pemikiran Ki Hajar Dewantara

 

Pemikiran tokoh pendidikan indonesia Ki Hajar Dewantara ini adalah tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asas.

Baca juga : 6 Universitas Swasta Terbaik di Jakarta yang Go Internasional

Muhammad Syafei

 

Tokoh Pendidikan Indonesia

Tokoh Pendidikan Indonesia yang bernama Mohammad Syafei lahir di Kalimantan pada tahun 1899. Perjuangan Tokoh Pendidikan Indonesia yang satu ini juga dititikberatkan pada bidang pendidikan.

Pada tahun 1922 beliau menjadi guru pada Sekolah Kartini di Jakarta dan sejak itu aktivitasnya di bidang pendidikan terus berkembang. Sebagai seorang tokoh pendidikan Mohammad Syafei berjasa besar dalam mendirikan sekolah yang diberi nama “Indonesische Nederlansche School” atau yang lebih dikenal dengan INS di Kayuttanam Sumatera Barat.

Dasar pendidikan yang dikembangkannya adalah kemasyarakatan, keaktifan, kepraktisan, serta berpikir logis dan rasional. Berkenaan dengan itulah maka isi pendidikan yang dikembangkannya adalah bahan-bahan yang dapat mengembangkan pikiran, perasaan, dan keterampilan yang dikenal dengan istilah 3 H (Head, Heart and Hand).

Pemikiran Mohammad Syafei

Pemikiran Tokoh Pendidikan Indonesia yang satu ini adalah menyarankan kesempurnaan lahir dan batin yang harus selalu diperbaharui. Hal ini terungkap dalam pemikiran G. Revesz seperti yang dikutip oleh Syafei.

“Bahwa lapangan pendidikan mesti berubah menurut zamannya,seandainya orang masih beranggapan, bahwa susunan pendidikan dan pengajaran yang berlaku adalah sebaik-baiknya dan tidak akan berubah lagi, maka orang atau lembaga yang berpendirian dan berpikir demikian telah jauh menyimpang dari kebenaran”.

Demikianlah tujuan pendidikan berupa kesempurnaan lahir dan batin,harus selalu terus disempurnakan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman. Dan kesempurnaan yang cocok untuk bangsa Indonesia Syafei mengajukan pemikiran yang masih relevan untuk zaman kita ini.

KH. Ahmad Dahlan

Tokoh Pendidikan Indonesia

Ahmad Dahlan nama kecilnya adalah Muhammad Darwis lahir di Yogyakarta pada tahun 1869. Ayahnya seorang ulama yang bernama K.H. Abu Bakar bin K.H. Sulaiman, pejabat khatib di Masjid Besar Kesultanan Yogyakarta.

Ahmad Dahlan adalah seorang Tokoh Pendidikan Indonesia yang memiliki pengetahuan yang luas. Meskipun usianya baru dua puluh tahun, ia mulai merintis jalan pembaruan di kalangan umat Islam.

Misalnya, membetulkan arah kiblat shalat pada masjid yang dipandang tidak tepat arahnya yang sesuai dengan perhitungan menurut ilmu falakiyah yang dikuasainya.

Usaha ini sempat menimbulkan insiden yang membuat diri dan istrinya hampir saja meninggalkan Kauman Yogyakarta selamanya. Kemudian memberikan pelajaran agama di sekolah negeri yang saat itu tidak pernah dilakukan oleh kyai lainnya.

Ahmad Dahlan juga sangat memperhatikan kaum dhuafa, anak yatim, dan fakir miskin agar selalu diperhatikan dan diayomi. Hal ini selalu ia ingatkan kepada murid-muridnya agar selalu memperhatikan dan menolong kaum dhuafa tersebut.

Baca juga : 7 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia dengan Grade A 

Pernah suatu ketika beliau memberikan pelajaran kepada murid-muridnya tentang surat Al-Ma’un. Namun, surat Al-Ma’un ini selalu beliau ulang-ulang dalam setiap pertemuan pengajian sehingga menimbulkan protes dari murid-muridnya.

Setelah dijelaskan lalu setelah pengajian selesai dan murid-muridnya masing-masing membawa anak yatim dan disantuni secukupnya. Ahmad Dahlan juga merupakan tokoh pendiri organisasi Muhammadiyah pada tahun 1912 di Yogyakarta.

Rahmah el-Yunusiyah

Tokoh Pendidikan Indonesia

Bentuk realisasi dari pemikiran Tokoh Pendidikan Indonesia Rahmah el-Yunusiyah adalah berupa pendirian sekolah–sekolah bagi perempuan. Hal ini merupakan tanggapan dari situasi pada masa itu dan sejalan pula dengan teorinya Arnold J. Toynbee yaitu : “Challenge and Respons”.

Sedangkan tujuan pendidikannya untuk mencerdaskan kaum perempuan agar pendidikan pada masa itu tidak berpusat pada laki–laki, dengan demikian hal ini sejalan dengan teori Feminisme, yaitu teori poststrukturalis dan postmodernisme.

Beberapa hambatan  pada kaum  perempuan Indonesia. Pendidikan yang belum berpihak pada kaum perempuan dapat pula ditemui dalam bidang lain. Misalnya dalam bidang kesehatan dan pekerjaan.

Perusahaan masih banyak yang belum memberi lapangan kerja pada perempuan. Angka perempuan menganggur lebih tinggi dapat ditemui dimana-mana dibanding laki-laki. Kalaupun perempuan banyak ditemui bekerja disektor informal (pabrik) itu bukan berarti hilangnya diskriminasi.

Baca juga : 6 Syarat Jadi Dosen Tetap Non PNS yang bisa kamu coba

Angka kaum perempuan upahnya tidak dibayar oleh perusahaan mencapai 41,3% lebih tinggi dibanding laki-laki yang hanya 10% menjadi bukti beban yang diterima perempuan diluar rumah.

Demikianlah 4 Tokoh Pendidikan Indonesia yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan di Indonesia terutama dalam sejarah perkembangan pendidikan Indonesia, Semoga kita sama-sama bisa meneladaninya.